BUPENA MERDEKA SEJARAH SMA KELAS XI (BAB 2) PERLAWANAN BANGSA INDONESIA TERHADAP PENJAJAHAN BANGSA EROPA HINGGA AWAL ABAD XX
BAB II
PERLAWANAN BANGSA INDONESIA TERHADAP PENJAJAHAN BANGSA EROPA HINGGA AWAL ABAD XX
↪ Ciri-ciri Perlawanan terhadap Penjajahan Bangsa Eropa sampai Abad XX
1. Di antara beberapa bangsa Eropa yang pernah menjajah Nusantara (Indonesia), Portugis dan Belandalah yang mendapatkan banyak perlawanan dari rakyat pribumi atau bumiputra. Hal ini karena kedua bangsa tersebut menguasai Indonesia dalam waktu yang lebih lama dibandingkan bangsa lainnya.
2. Selama berkuasa di Nusantara, Portugis menerapkan berbagai kebijakan yang membawa pengaruh besar bagi rakyat pribumi. Beberapa diantaranya adalah penyebaran agama Katolik dan monopoli perdagangan. Kedua hal tersebut membawa perubahan besar pada struktur dan tata kehidupan rakyat pribumi sehingga memicu perlawanan, terutama dari kerajaan-kerajaan Islam yang berkuasa pada masa tersebut.
3. Tidak berbeda dengan Portugis, kehadiran VOC dan pemerintah Kerajaan Belanda pun turut diwarnai dengan berbagai perlawanan rakyat. Berikut beberapa faktor yang memicu perlawanan terhadap VOC dan Belanda.
a). Monopoli perdagangan rempah-rempah
b). Campur tangan terhadap masalah internal kerajaan-kerajaan di Nusantara
c). Ekspansi wilayah demi melancarkan kebijakan pintu terbuka
d). Arogansi Belanda terhadap kerajaan-kerajaan di Nusantara
e). Adanya praktik diskriminasi terhadap penduduk pribumi
f). Penderitaan rakyat akibat sistem tanam paksa, kebijakan pintu terbuka, dan politik etis.
4. Sebelum abad XX, rakyat pribumi belum mengenal konsep kebangsaan atau nasionalisme. Hal tersebut berpengaruh besar pada perlawanan yang dilakukan rakyat terhadap penjajah. Berikut beberapa ciri perlawanan rakyat sebelum abad XX.
a). Bersifat Lokal
Perlawanan dilakukan oleh tiap kerajaan sebagai reaksi langsung terhadap pelanggaran kedaulatan atau kesewenang-wenangan penjajah di wilayah kerajaan tersebut. Dengan kata lain, perlawanan bersikap lokal.
b). Bergantung pada pemimpin karismatik
Perlawanan bersenjata mengandalkan tokoh karismatik, seperti raja, bangsawan, pembesar kerajaan, dan pemuka agama. Ketika sang pemimpin tewas atau tertangkap, rakyat tercerai-berai dan perlawanan pun terhenti.
c). Perlawanan mengandalkan persenjataan tradisional
Teknologi persenjataan modern belum dikenal oleh rakyat Nusantara. Mereka mengandalkan senjata tradisional, seperti bambu runcing, kelewang, pedang, atau keris.
d). Mudah dipecah belah
Kepatuhan terhadap seorang pemimpin serta ketiadaan pemahaman terhadap kepentingan bersama membuat rakyat lebih mudah dipengaruhi untuk melakukan penghianatan dengan imbalan materi. Hal tersebut membuat rakyat menjadi mudah dipecah belah, termasuk dalam urusan kerajaan. Dengan memanfaatkan pertikaian internal kerajaan, para pembesar lebih mudah dihasut agar melawan kelompoknya sendiri. Tindakan tersebut menjadi taktik atau siasat yang digunakan penjajah dalam upaya menaklukkan kerajaan-kerajaan atau lebih dikenal dengan divide et impera.
0 Response to "BUPENA MERDEKA SEJARAH SMA KELAS XI (BAB 2) PERLAWANAN BANGSA INDONESIA TERHADAP PENJAJAHAN BANGSA EROPA HINGGA AWAL ABAD XX"
Post a Comment