-->

Materi PPKn SMK Kelas X Semester 2 (BAB 3) BHINNEKA TUNGGAL IKA

 BAB III

BHINNEKA TUNGGAL IKA

A. Asal-Usul dan Makna Semboyan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Modal Sosial 

1. Pengertian Bhinneka Tunggal Ika 
    Semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" berasal dari bahasa Sanskerta, yang secara harfiah berarti "Berbeda-beda tetapi tetap satu". Secara etimologis, kata "Bhinneka" berasal dari kata "bhinna" yang berarti beragam atau berbeda, sedangkan "tunggal" berarti satu, dan "ika" berarti ini atau ini adalah. Secara keseluruhan, ungkapan ini menyiratkan bahwa meskipun ada perbedaan, semua elemen tersebut dapat bersatu dalam satu kesatuan yang harmonis. 
    Istilah "Bhinneka Tunggal Ika" diambil dari karrya sastra kuno berjudul Sutasoma yang ditulis oleh Mpu Tantular pada abad ke-14. Mpu Tantular adalah seorang pujangga yang terkenal di era Majapahit. Mpu Tantular menggunakan ungkapan ini untuk menggambarkan semangat persatuan di tengah keberagaman yang ada di Nusantara saat itu. 
    Pencantuman semboyan ini pada Garuda Pancasila hendak menunjukkan bahwa bangsa Indonesia harus merayakan dan menghormati perbedaan, sekaligus mempertahankan persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan dan keberagaman. Dengan kata lain, pemerintah hendak menekankan bahwa setiap perbedaan baik dalam suku, agama, maupun budaya adalah bagian yang tak terpisahkan dari identitas nasional. 
 
2. Bhinneka Tunggal Ika sebagai Modal Sosial Bangsa 
    Sebagai modal sosial, Bhinneka Tunggal Ika menciptakan ikatan kolektif yang memperkuat solidaritas nasional. Hal ini membantu mengatasi konflik yang mungkin timbul akibat perbedaan karena adanya kesadaran untuk hidup berdampingan secara damai. Dengan demikian, semboyan ini tidak hanya sekedar slogan, tetapi juga merupakan panggilan untuk semua warga negara Indonesia agar berkomitmen dalam menjaga persatuan dan kesatuan dalam keberagaman, serta terus memperjuangkan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara. 
 
3. Sejarah Lahirnya Semboyan Bhinneka Tunggal Ika 
    Semboyan bhinneka Tunggal Ika pertama kali ditemukan dalam Prasasti Tugu yang ditemukan di Desa Ciaruteun ilir, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Prasasti tersebut berasal dari masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk dari Kerajaan Majapahit 1356 Masehi. Prasasti Tugu menyampaikan pesan tentang persatuan dan kerukunan di tengah perbedaan agama Hindu dan Buddha. Isi Prasasti tersebut adalah kutipan Kitab Sutasoma karya Mpu Tantular yang berbunyi "Wan wengi, windu sinunggal, winuwus Bhinneka Tunggal Ika" yang artinya walaupun berbeda-beda, dalam perbedaan itu tetap ada kesatuan. Pesan Bhinneka Tunggal Ika dalam Prasasti Tugu ini menegaskan pentingnya toleransi dan persatuan antaragama, keyakinan, dan kepercayaan yang ada di Nusantara. 
   Di dalam perisai, terdapat beberapa simbol yang masing-masing memiliki makna, yaitu sebagai berikut:
   ↪ Di tengah perisai terdapat gambar lima buah sila dari pancasila, yang merupakan dasar negara Indonesia. ini melambangkan ideologi negara yang bersumber dari nilai-nilai luhur Indonesia.
  ↪ Bintang di bagian atas perisai melambangkan Ketuhanan yang Maha Esa, yang menjadi sila pertama dalam Pancasila.
  ↪ Rantai yang melingkar di bagian kiri bawah perisai melambangkan Persatuan Indonesia.
  ↪ Di sisi kanan bawah perisai terdapat gambar pohon beringin, yang melambangkan kesatuan dan keutuhan Indonesia.
  ↪ Di bagian kiri dan kanan perisai terdapat gambar kapak dan pedang yang melambangkan keadilan sosial.
 
4. Makna Bhinneka Tunggal Ika 
    Bung Karno, Presiden pertama sekaligus Proklamator RI, pernah berkata, "Negara ini, Republik Indonesia, bukan milik kelompok mana pun, juga agama, atau kelompok etnis mana pun, atau kelompok dengan adat dan tradisi apa pun, tetapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke". 
    Kondisi Indonesia yang beragam ini dibahas oleh Sukarno dalam pidatonya pada 1 Juni 1945 yang berbunyi sebagai berikut, "Kita hendak mendirikan negara semua buat semua. Bukan buat satu orang, atau satu golongan, baik golongan bangsawan maupun golongan kaya raya". Artinya, keberagaman dan kebhinnekaan merupakan kenyataan bangsa yang telah ditakdirkan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Takdir adalah ketentuan Tuhan terhadap sesuatu, termasuk terhadap suatu bangsa dan negara. 
    Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan makna Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sebagai berikut.
a). Persatuan dalam keberagaman 
     Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Indonesia merupakan negara yang terdiri atas berbagai suku, agama, bahasa, budaya, dan sebagainya. Oleh karena itu saling memahami dan menoleransi perbedaan yang ada merupakan langkah yang harus dilakukan guna menjaga persatuan, kesatuan, dan persaudaraan. Artinya, setiap warga negara, tanpa terkecuali, harus memahami perbedaan tersebut dan hidup di dalamnya dengan saling menghargai.
b). Keberagaman dalam persatuan 
      Keberagaman Indonesia bukanlah penghalang untuk tetap bersatu dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Sebab, keberagaman tersebut diakui, dihargai, dan dipersatukan oleh semangat kesatuan.
c). Saling menghargai, saling menghormati, dan toleransi
     Keberagaman yang ada membuat masyarakat Indonesia paham tentang pentingnya saling menghargai, menghormati, dan mengembangkan nilai-nilai toleransi dalam hidup. 
d). Keberagaman dalam kekayaan nilai sosial budaya dan keunikannya 
      Keberagaman dan kekayaan nilai sosial budaya dan sumber daya alam di Indonesia mencerminkan berbagai tradisi, bahasa, kesenian, dan adat istiadat yang berbeda. Semua kekayaan budaya tersebut merupakan warisan yang harus dijaga dan dipertahankan sebagai identitas bangsa. 
 
5. Fungsi Bhinneka Tunggal Ika 
    Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa Indonesia yang telah disepakati dan dituangkan ke dalam ketentuan konstitusi memiliki fungsi sebagai berikut:
a). Mempertahankan kerukunan sosial
     Bhinneka Tunggal Ika menjadi landasan dalam menjaga kerukunan sosial di Indonesia. Semboyan ini mengajarkan nilai-nilai toleransi, saling menghormati, dan hidup berdampingan dalam harmoni di tengah perbedaan suku, agama, ras, dan budaya.
b). Menghormati perbedaan 
     Bhinneka Tunggal Ika mendorong masyarakat Indonesia untuk menghormati perbedaan dalam suku, agama, ras, dan budaya. Semboyan ini mengajarkan pentingnya mengakui dan menghargai hak-hak individu dan kelompok untuk menjalankan kepercayaan dan budaya mereka sendiri.
c). Membangun Persatuan 
     Bhinneka Tunggal Ika menekankan pentingnya persatuan di tengah perbedaan. Semboyan ini mengajarkan bahwa meskipun berbeda-beda, bangsa Indonesia tetap satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Fungsi Semboyan ini adalah memperkuat ikatan persaudaraan dan kerja sama antarwarga negara dalam mencapai kemajuan bersama. 
d). Menghargai Keanekaragaman Budaya
      Bhinneka Tunggal Ika mempromosikan penghargaan terhadap keanekaragaman budaya Indonesia. Semboyan ini mengajarkan pentingnya menjaga dan memelihara warisan budaya yang beragam sebagai identitas bangsa yang kaya dan berwarna. 
e). Memperkuat Identitas Nasional 
      Bhinneka Tunggal Ika menjadi simbol dari keberagaman dan persatuan dalam bingkai kehidupan nasional Indonesia. Semboyan ini memperkuat identitas nasional sebagai bangsa yang beragam namun tetap bersatu dalam semangat persatuan, kesetaraan, dan keadilan. 
 
 

B. Membangun Harmoni dalam Keberagaman  

     Membangun harmoni dalam keberagaman adalah upaya untuk menciptakan lingkungan sosial yang saling menghargai dan menghormati perbedaan antarindividu dan kelompok. Hal ini melibatkan penguatan nilai-nilai toleransi, dialog antarbudaya, serta pendidikan yang menekankan pentingnya saling memahami dan menerima perbedaan. Dengan membangun harmoni, masyarakat dapat hidup berdampingan secara damai. 
 
1. Tantangan-tantangan dalam Membangun Harmoni di Tengah Keberagaman 
    Sebagai negara dengan lebih dari 300 suku bangsa dan beragam agama, Indonesia dihadapkan pada berbagai tantangan dalam membangun masyarakat yang saling menghargai dan toleran. Berikut adalah beberapa tantangan yang dihadapi, beserta solusi yang dapat diterapkan yaitu
    a). Stereotip dan prasangka antarkelompok 
    b). Diskriminasi dan ketidakadilan sosial
    c). Radikalisasi dan ekstremisme
    d). Keterbatasan pendidikan dan kesadaran multikultural
    e). Pengaruh media sosial
    f). Politik identitas
    g). Krisis Ekonomi dan Kesejahteraan 
 
2. Upaya Membangun Harmoni dalam Keberagaman
    Berikut adalah beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh peserta didik dan warga masyarakat dalam rangka membangun harmoni dalam keberagaman yaitu; 
    a). Sebagai peserta didik 
         Sebagai peserta didik, upaya yang dapat dilakukan agar tercipta harmoni di tengah masyarakat Indonesia yang beragam adalah sebagai berikut: 
         1. Mengikuti pendidikan multikultural
         2. Membangun persahabatan lintas budaya
         3. Menggalang kegiatan sosial bersama
         4. Menjadi duta toleransi di sekolah
 
    b). Sebagai warga masyarakat 
         Berikut adalah upaya yang dapat dilakukan oleh peserta didik dan warga masyarakat dalam rangka membangun harmoni dalam keberagaman yaitu;
         1. Mengikuti forum dialog antarbudaya
         2. Menyelenggarakan kegiatan budaya 
         3. Memberdayakan komunitas yang beragam
         4. Mendukung kebijakan yang inklusif
         5. Menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari
 
 

C.  Gotong Royong sebagai Perwujudan Sistem Ekonomi Pancasila yang Inklusif dan Berkeadilan

1. Pengertian Gotong Royong 
    Gotong Royong adalah suatu bentuk kerja sama yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama, dengan mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Dalam konteks Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti "Berbeda-beda tetapi tetap satu", gotong royong menjadi landasan untuk membangun persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman masyarakat. 
 
2. Ciri-ciri Gotong Royong 
    Gotong royong memiliki beberapa ciri khas yang menjadi fondasi dari nilai kebersamaan dalam masyarakat Indonesia yaitu;
    a). Gotong royong selalu dilakukan secara kolektif oleh sekelompok orang untuk tujuan yang bermanfaat secara sosial. 
    b). Dalam gotong royong, tidak ada imbalan atau pamrih yang diharapkan; partisipan bekerja dengan semangat ikhlas untuk membantu sesama. 
    c). Gotong royong bersifap sukarela, artinya warga tergerak oleh rasa persatuan tanpa paksaan.
    d). Gotong royong mengutamakan nilai kebersamaan di atas nilai individualisme, menciptakan suasana yang lebih harmonis dan penuh toleransi. 
 
3. Contoh Kegiatan Gotong Royong 
    Berikut ada lima contoh kegiatan gotong royong sebagai berikut;
    a). Pembersihan lingkungan
    b). Pembangunan fasilitas umum
    c). Penggalangan dan untuk korban bencana
    d). Kegiatan pertanian bersama
    e). Penyelenggaraan acara sosial
 
4. Pengertian dan Dasar Hukum Ekonomi Pancasila  
    Sistem ekonomi Pancasila adalah suatu model ekonomi yang dibangun berdasarkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang terkandung dalam Pancasila. Berikut adalah dasar hukum sistem ekonomi Pancasila;
a). Pembukaan UUD 1945 
b). Pasal 33 UUD 1945; Pasal 33 adalah landasan utama bagi sistem ekonomi Pancasila yang mengandung beberapa ayat penting yaitu;
      ⇲ Ayat (1)
      ⇲ Ayat (2)
      ⇲ Ayat (3)
      ⇲ Ayat (4)
 c). Pasal 27 Ayat (2) UUD 1945; Pasal ini menyatakan bahwa "Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan". 
 d). Pancasila sebagai dasar negara; Nilai-nilai Pancasila, khususnya sila ke-5, yaitu "Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia", menjadi landasan filosofis sistem ekonomi Pancasila.  
 e). Peraturan Perundang-Undangan
 
5. Ciri Sistem Ekonomi Pancasila
    Sistem ekonomi Pancasila ditandai oleh dua ciri utama, yaitu inklusif dan keadilan. 
a. Iklusif 
    Ekonomi inklusif artinya memastikan bahwa semua lapisan masyarakat, terutama kelompok yang terpinggirkan dan kurang beruntung, memiliki akses terhadap peluang ekonomi dan manfaat pembangunan. Ciri inklusif dalam sistem ekonomi Pancasila mencakup beberapa aspek penting, yaitu sebagai berikut; 
    1). Kesetaraan akses terhadap sumber daya 
 
        
 

 

      

 
       

0 Response to "Materi PPKn SMK Kelas X Semester 2 (BAB 3) BHINNEKA TUNGGAL IKA"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel