-->

Materi PPKn SMK Kelas XI Semester 2 (BAB 3) BHINNEKA TUNGGAL IKA

 BAB III

BHINNEKA TUNGGAL IKA 

A. Keberagaman sebagai Bagian yang Integral dari Kehidupan Manusia
     Keberagaman bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Perbedaan merupakan fakta yang tidak dapat dielak. Dalam lingkup keluarga saja, kita bisa berbeda minat dan pandangan tentang sesuatu, apalagi dalam lingkup yang lebih luas, yaitu masyarakat, negara, dan global.  
     Dalam lingkup negara, setiap warga negara memiliki latar belakang, budaya, agama, dan pandangan hidup yang berbeda, yang membentuk identitas mereka. Keberagaman ini memberikan kekayaan dan warna dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini merupakan kesempatan untuk saling belajar, bertumbuh, dan berdaptasi. 
 
1. Keberagaman sebagai Kenyataan yang Tidak dapat dihindari 
    Dalam bahasa agama, keberagaman merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Jika berkehendak, Tuhan dapat menciptakan dunia ini seragam, tanpa perbedaan ras, warna kulit, agama, dan budaya. Namun, kenyataannya Tuhan menciptakan dunia dengan penuh warna dan perbedaan. Sebagai orang beragama, kita menyakini bahwa perbedaan ini bukanlah sesuatu yang kebetulan, tetapi memiliki tujuan yang lebih dalam. Tujuannya adalah agar kita saling belajar, memperkaya pengalaman, dan hidup yang harmoni. 
    Bagaimanakah keberagaman tersebut terbentuk? Secara alami, manusia cenderung hidup dalam kelompok budaya, bahasa, dan geografi, dan agama. Contohnya, orang-orang yang tinggal di daerah pegunungan mungkin memiliki budaya dan cara hidup yang berbeda dengan orang-orang yang tinggal di daerah pesisir. Cara mereka berinteraksi dengan alam juga sudah barang tentu berbeda akibat perbedaan geografis. Selain itu, asal-usul manusia juga bervariasi. Ada yang dipengaruhi migrasi, kolonisasi, dan perdagangan yang menyebabkan pencampuran budaya dan etnis. 
   Dalam era globalisasi saat ini, interaksi antarbudaya makin meningkat. Perdagangan Internasional, migrasi, dan teknologi informasi membawa orang-orang dari berbagai latar belakang untuk saling berinteraksi. Contohnya, di kota-kota besar banyak ditemukan berbagai restoran, festival, dan acara yang merayakan perbedaan budaya. Keberadaan orang-orang dari berbagai negara dan budaya dalam satu tempat ini merupakan fakta yang tidak dapat dihindari. Hal ini mendorong kita untuk bersikap toleran dan terbuka. 
 
2. Alasan Kurangnya Penghargaan terhadap Penghargaan 
    Pada kenyataannya, tidak semua orang dapat menerima perbedaan dan keberagaman. Bahkan, sebagian orang menghindari interaksi dengan orang-orang yang berbeda latar belakang. Hal ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu sebagai berikut.
   a). Kurangnya pemahaman dan pengetahuan 
        Orang yang tidak memiliki akses pendidikan yang memadai cenderung kurang memahami keberagaman budaya, agama, dan etnis yang ada di sekitarnya. Kurangnya pengetahuan seringkali menyebabkan mereka terjebak dalam stereotipe yang salah atau prasangka negatif mengenai kelompok tertentu. 
   b). Kurangnya pengalaman dan kesempatan berinteraksi dengan orang-orang yang berbeda
         Ketika seseorang jarang bergaul dengan individu dari latar belakang yang berbeda, ketidaktahuan tentang fakta dan makna perbedaan bisa muncul. Hal ini dapat menumbuhkan rasa takut ataupun curiga terhadap orang yang dianggap "berbeda". Akibatnya, sikap tertutup dan diskriminatif dapat berkembang, yang menghambat terciptanya masyarakat yang inklusif dan harmonis. 
   c). Pengaruh Ideologi Radikal 
        Dalam beberapa kasus, ideologi yang ekstrem dan fanatik dapat membentuk sikap antikeberagaman. Individu yang terpengaruh oleh ideologi ini mungkin merasa bahwa hanya satu cara berpikir dan satu cara kelompok yang benar sehingga menolak keberagaman. Sikap ini dapat memicu konflik, diskriminasi, dan kekerasan, serta memperburuk ketegangan antarkelompok dalam masyarakat. Selain itu, ideologi semacam ini menghalangi upaya untuk mewujudkan masyarakat yang inklusif dan harmonis.
   d). Ketakutan dan Ketidakamanan 
         Perubahan yang diakibatkan oleh keberagaman dapat menimbulkan rasa takut. Beberapa orang mungkin merasa bahwa keberagaman mengancam identitas dan cara hidup mereka. Hal ini membuat keberagaman dapat dipersepsikan sebagai ancaman bagi nilai-nilai yang mereka hayati. 
   e). Media massa yang kurang mendidik 
        Media sering kali menyebarkan citra negatif tentang kelompok tertentu, yang dapat memperkuat stereotipe dan prasangka. Seseorang yang terpengaruh oleh media seperti ini mungkin memiliki pandangan yang keliru tentang keberagaman. Akibatnya, sebagian orang merasa bahwa keberagaman dapat mengaburkan bahkan mengancam identitas kelompok mereka sendiri. Hal ini dapat memicu sikap defensif dan penolakan terhadap perbedaan. 
          
 

0 Response to "Materi PPKn SMK Kelas XI Semester 2 (BAB 3) BHINNEKA TUNGGAL IKA"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel