BAB V
PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA
↪ Peristiwa-Peristiwa Sekitar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
1. Menjelang akhir tahun 1944, dalam kondisi terdesak oleh Sekutu, Jepang mengulangi janjinya memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Pada 7 September 1944, Perdana Menteri Koiso mengumumkan bahwa Indonesia akan diperkenankan merdeka. Pada 29 April 1945, Letjen Kumakucihi Harada sebagai Panglima tentara Jepang di Jawa mengumumkan dibentuknya Dokuritsu Junbi Coosakai (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia/BPUPKI). BPUPKI bertugas menyelidiki berbagai hal terkait aspek politik, ekonomi, pemerintahan, dan hal-hal lain yang diperlukan bagi pembentukan sebuah negara merdeka.
2. BPUPKI dibubarkan pada 7 Agustus 1945 dan digantikan oleh Dokuristsu Junbi Inkai (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia / PPKI yang diresmikan pada 12 Agustus 1945. Pada hari yang sama, Sukarno, Moh. Hatta, dan Rajiman Wedyoningrat mengadakan pertemuan dengan Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam. Terauchi mengatakan akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia pada 24 Agustus 1945.
3. Pada 14 Agustus 1945, Jepang menyatakan menyerah kepada Sekutu setelah Kota Hiroshima dan Nagasaki hancur lebur oleh bom atom Sekutu. Upacara kapitulasi penyerahan Jepang dilakukan pada 2 September 1945 di atas USS Missouri di Teluk Tokyo. Pihak Jepang diwakili oleh Jenderal Richard K. Sutherland. Beritanya menyerahnya Jepang kepada Sekutu terdengar oleh Syarir melalui siaran radio asing. Para aktivis pergerakan pun mulai membicarakan rencana Proklamasi. Tidak ada yang keberatan melaksanakan proklamasi sesegera mungkin. Persoalannya terletak pada cara proklamasi dilakukan. Apakah melibatkan Jepang (PPKI) atau tidak. Hal ini pula menjadi pokok ketegangan antara golongan tua dan muda.
4. Ketika ketiga tokoh (Sukarno, Hatta, Radjiman) kembali dari Dalat, ketegangan meningkat. Golongan tua yang diwakili Sukarno dan Hatta menghendaki sikap kooperatif dengan Jepang. Artinya, hal-hal yang terkait dengan proklamasi kemerdekaan mesti dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Jepang. Adapun golongan muda menuntut agar proklamasi kemerdekaan dilaksanakan sesuai keinginan rakyat Indonesia sendiri, bukan atas usul atau persetujuan Jepang. Alasannya, kemerdekaan bangsa Indonesia bukan pemberian bangsa Jepang atau bangsa lainnya, melainkan hasil perjuangan dan pengorbanan rakyat Indonesia sendiri.
5. Sekitar pukul 10.00 WIB, tanggal 17 Agustus 1945, setelah pengantar singkat, Sukarno membacakan naskah proklamasi. Selanjutnya, bendera Merah-Putih (dijahit Ibu Fatmawati) dikibarkan dengan diiringi lagu "Indonesia Raya". Bagi bangsa Indonesia, proklamasi kemerdekaan memiliki tiga makna penting, yaitu:
1). Merupakan titik puncak perjuangan bangsa meraih kemerdekaan
2). Indonesia terlepas dari belenggu penjajahan
3). Lahirnya Negara Republik Indonesia
↪ Dukungan dan Reaksi Rakyat Indonesia terhadap Proklamasi Kemerdekaan
1. Setelah terlaksananya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, terdapat reaksi yang ditunjukkan rakyat Indonesia. Muncul reaksi langsung dan dukungan spontan serta pelucutan senjata dan pengambilalihan aset Jepang di Indonesia.
2. Reaksi langsung dan dukungan spontan terhadap proklamasi juga tampak dimana-mana, seperti:
a). Comite van Actie (Komite van Aksi) yang mengeluarkan manifesto Suara Rakyat Nomor 1 pada 2 September 1945;
b). Dukungan pemimpin keresidenan (September 1945), yang langsung menyatakan diri sebagai bagian dari Republik Indonesia;
c). Sri Sultan Hamengku Buwono IX (5 September 1945), yang langsung menyatakan diri sebagai bagian dari Republik Indonesia;
d). Menyelenggarakan rapat akbar di Lapangan Ikada Jakarta.
3. Rapat akbar di Lapangan Ikada pada 19 September 1945 merupakan bentuk perlawanan terhadap rencana Jepang menyerahkan kekuasaan kepada Sekutu pada 10 September 1945. Karena itu, Komisi aksi yang dipelopori oleh Komisi aksi Menteng 31 memobilisasi massa dan mendesak pemerintah hadir dalam rapat raksasa pada 19 September 1945, Tujuannya adalah sebagai berikut:
a). Memberikan kesempatan kepada para pemimpin Republik Indonesia agar dapat berbicara di hadapan rakyat sehingga semangat kemerdekaan tetap bertahan di hati rakyat.
b). Menunjukkan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia dapat meraih kemerdekaan karena perjuangannya sendiri, bukan atas pemberian Jepang. Rapat akbar di Lapangan Ikada memiliki makna penting, yaitu:
1). mempertemukan pemerintah dengan rakyatnya
2). menunjukkan kewibawaan pemerintah di hadapan rakyat
3). menggugah kepercayaan rakyat akan kekuatan bangsa
4. Adapun upaya pelucutan senjata Jepang di berbagai daerah dilakukan dengan tujuan sebagai berikut:
a). Mendapatkan senjata untuk modal perang
b). Mencegah senjata Jepang agar tidak jatuh ke tangan Sekutu
c). Mencegah senjata Jepang tidak digunakan untuk membunuh rakyat. Upaya pelucutan senjata Jepang dilakukan di berbagai daerah, antara lain sebagai berikut:
1. Di Surabaya, insiden terjadi pada 19 September 1945. Peristiwa tersebut dilatarbelakangi oleh tindakan orang-orang Belanda yang dibantu tentara Sekutu menduduki Hotel Yamato dan mengibarkan bendera Belanda di puncak hotel. Hal ini direspons oleh para pemuda dengan menyerbu hotel dan merobek bagian bendera berwarna biru sehingga menjadi bendera Merah Putih. Peristiwa tersebut menjadi awal mula terjadinya pertempuran besar di Surabaya yang membawa kemenangan bagi Indonesia pada 10 November 1945.
2. Di Yogyakarta, aksi pelucutan senjata tentara Jepang dimulai pada 26 september 1945. Para pemuda yang bergabung dalam Badan Keamanan Rakyat (BKR) melucuti senjata tentara Jepang dengan menyerbu tangsi Otsuka Butai di Kotabaru. Meskipun berhasil menguasai tangsi tersebut, beberapa pemuda gugur, di antaranya A.M.Sangaji dan Faridan M. Noto.
3. Di Banda Aceh, pada 6 Oktober 1945, para pemuda membentuk Angkatan Pemuda Indonesia (API). Pada 12 Oktober, mereka mengambil alih kantor-kantor pemerintah Jepang, lalu melucuti senjatanya, serta mengibarkan bendera Merah Putih.
4. Di Sumatra Selatan, aksi pelucutan tentara Jepang terjadi pada tanggal 8 Oktober 1945. Tidak ada konflik di wilayah ini karena tentara Jepang menghindari pertumpahan darah.
5. Di Semarang, terjadi konflik dengan Jepang yang dikenal dengan Pertempuran Lima Hari (15-20 Oktober 1945). Pertempuran ini berawal ketika para pemuda membawa sekitar 400 orang tawanan Jepang dari Pabrik Gula Cepiring menuju Penjara Bulu di Semarang. Sebelum tiba di penjara, sebagian tawanan kabur dan meminta perlindungan ke Batalion Kidobutai di Jatingaleh (Jawa Tengah). Tidak lama berselang, muncul desas-desus bahwa Jepang telah meracuni cadangan air minum penduduk.
6. Di Sulawesi, para pemuda mendukung Gubernur Sulawesi, dr. Sam Ratulangi. Para pemuda merebut gedung-gedung vital dari tangan polisi Jepang. Di Gorontalo, para pemuda berhasil merebut senjata dari markas-markas Jepang pada 13 September 1945.
Tugas 1
1. Tokoh dari perwakilan pihak Sekutu yang menandatangani penyerahan Jepang kepada Sekutu di USS Missouri adalah ...
a). Winston Churchill
b). Joseph Stalin
c). Harry Truman
d). Douglas McArthur
e). Dwight D. Eisenhower
2. Berilah tanda centang (✔) pada jawaban yang tepat (jawaban yang tepat lebih dari satu). Janji Jepang untuk memberikan kemerdekaan kepada Indonesia yang di susul oleh kekalahannya terhadap Sekutu memicu beragam respons dari tokoh-tokoh nasional. Berikut respons yang ditunjukkan oleh para tokoh nasional, antara lain ....
💢Sukarno menilai proklamasi tetap menunggu setelah pelaksanaan sidang PPKI
💢Syahrir menilai kekalahan Jepang merupakan momentum untuk segera melaksanakan proklamasi
💢Chaerul Saleh mendesak proklamasi dilakukan segera tanpa campur tangan Jepang
💢Radjiman Wedyodiningrat meminta agar proklamasi dilakukan secepat mungkin
💢Sukarni menilai pelaksanaan proklamasi dilakukan dengan persetujuan Jepang
3. Berilah tanda centang (✔) pada jawaban yang tepat (jawaban yang tepat lebih dari satu).
Gerakan bawah tanah yang dilakukan oleh nasional memiliki pengaruh terhadap pelaksanaan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Berikut yang termasuk gerakan bawah tanah yang berperan dalam terlaksananya proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah ....
💢 mendengar berita kekalahan Jepang terhadap Sekutu dari radio milik Sutan Syahrir
💢 kelompok Sukarni berisi pemuda yang kelak mendesak proklamasi secepatnya
💢 perlawanan Kartosuwiryo berjuang di dalam hutan melawan penjajahan Jepang
💢 gerakan gerilya yang dipimpin Jenderal Soedirman mencegah Belanda berkuasa
💢 perang Lima Hari di Semarang yang mencegah Jepang berkuasa kembali
4. Ketika Jepang menyatakan menyerah terhadap Sekutu, pihak Sekutu meminta Jepang agar mempertahankan status quo Indonesia sampai kedatangan Sekutu. Berikut ini termasuk wujud mempertahankan status quo wilayah Indonesia adalah ....
a). melarang segala bentuk upaya kemerdekaan wilayah jajahan
b). meminta rakyat menaati segala aturan yang telah berlaku
c). tidak mengeluarkan kebijakan baru berkaitan kekuasaan
d). melaksanakan proklamasi kemerdekaan sebelum kedatangan Sekutu
e). menjaga situasi kondusif sampai kedatangan pasukan Sekutu
5. Bacalah teks berikut secara saksama.
Golongan muda sangat bertekad proklamasi kemerdekaan Indonesia tanpa adanya campur tangan Jepang. Hal ini dapat terlihat adanya gerakan bawah tanah yang dilakukan sejumlah tokoh nasional. Puncaknya terjadi Peristiwa Rengasdengklok dalam rangka menjauhkan Sukarno dan Hatta dari pengaruh Jepang dan segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
Berdasarkan teks di atas, mengapa campur tangan Jepang terhadap pelaksanaan proklamasi sangat dihindari golongan muda? Jelaskan!
6. Berilah tanda centang (✔) pada jawaban yang tepat (jawaban yang tepat lebih dari satu).
Setelah pertemuan di Dalat yang membawa kabar Jepang akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia, Sukarno dan Hatta berencana melaksanakan sidang PPKI pada 16 Agustus 1945, tetapi sidang tersebut tidak dapat terlaksana. Faktor yang menyebabkan gagalnya sidang tersebut adalah ....
💢 Jepang menyerah terhadap Sekutu sebelum pelaksanaan sidang
💢 desakan pemuda agar proklamasi tanpa campur tangan Jepang
💢 penculikan Sukarno dan Hatta pada peristiwa Rengasdengklok
💢 banyak anggota PPKI yang tidak menghadiri rapat tersebut
💢 Sekutu sudah datang lebih dahulu sebelum sidang PPKI
7. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut.
1). Pernyataan menyerahnya Jepang terhadap Sekutu
2). Perdebatan mengenai pelaksanaan proklamasi
3). Pemberian janji kemerdekaan oleh Jepang
4). Pelaksanaan sidang PPKI
5). Penetapan Sukarno dan Hatta sebagai pimpinan golongan tua
Berdasarkan pernyataan-pernyataan tersebut, peristiwa penting yang terkait dan terjadi sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia ditunjukkan nomor ...
a). 1), 2), dan 3)
b). 1), 2), dan 4)
c). 2), 3), dan 4)
d). 2), 3), dan 4)
e). 3), 4), dan 5)
8. Teks menyebutkan bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia memiliki kedudukan yang setara dengan bangsa lain. Bentuk kedudukan Indonesia yang sejajar dengan negara lain pada masa kini adalah ....
a). tuntutan agar Indonesia dapat memenuhi kebutuhan ekspor ke negara lain
b). ketertiban Indonesia sebagai penengah dalam konflik Internasional
c). Indonesia terlibat dalam konflik Amerika Serikat dengan Tiongkok
d). terpilihnya Indonesia sebagai pemasok tunggal nikel untuk pasar dunia
e). keanggotaan Indonesia dalam Association of Southeast Asian Nations
9. Berilah tanda centang (✔) pada jawaban yang tepat (jawaban yang tepat lebih dari satu).
Berdasarkan teks tersebut, berikut yang termasuk makna proklamasi Indonesia yang tepat adalah...
💢 posisi Indonesia yang sejajar dengan negara lain di dunia
💢 Indonesia lepas dari seluruh penjajahan bangsa asing
💢 pengakuan Sukarno dan Hatta sebagai pemimpin bangsa Indonesia
💢 bangsa Indonesia berhak menentukan nasibnya sendiri
💢 panduan bagi bangsa Indonesia menetapkan aturan hukum yang berlaku
10. Berikut ini respons yang dilakukan oleh Komite Aksi Menteng 31 setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah ...
a). mendesak Sukarno menerima mandat sebagai presiden Republik Indonesia
b). melakukan mobilisasi massa untuk hadir dalam rapat akbar di Lapngan ikada
c). mengusir tentara Jepang yang masih berada di Jakarta dan sekitarnya
d). mendukung gerakan mengusir kedatangan Sekutu ke Indonesia
e). menyebarkan berita proklamasi ke wilayah Indonesia Timur
0 Response to "BUPENA MERDEKA SEJARAH SMA KELAS XI (BAB 5) PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA"
Post a Comment