-->

Materi PPKn SMA Kelas X Semester 2 (BAB 6) Ancaman Terhadap Negara dalam Bhineka Tunggal Ika

 Lampiran Materi KD.3.6 
 
BAB 6
 
Ancaman Terhadap Negara dalam Bhineka Tunggal Ika
 
Pertemuan Pertama
 
A. Ancaman terhadap Integrasi Nasional
         Apakah dikelas kalian ada peta dunia? Coba kalian amati peta tersebut, kalian dapat menunjukkan dan melihat posisi negara Indonesia yang berada di tengah-tengah dunia, dilewati garis khatulistiwa, diapit oleh dua benua yaitu benua Asia dan benua Australia, serta berada di antara dua samudera yaitu samudera Hindia dan samudera pasifik. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa wilayah indonesia berada pada posisi silang yang sangat trategis dan ideal. Posisi silang yang diberikan Tuhan kepada negara indonesia tidak hanya meliputi aspek kewilayahan saja, melainkan meliputi pula aspek-aspek kehidupan sosial, antara lain:
1). Penduduk Indonesia berada di antara daerah berpenduduk padat di utara dan daerah berpenduduk jarang di selatan.
2). Ideologi indonesia terletak antara komunisme di utara dan liberalis di selatan.
3). Demokrasi pancasila berada di antara demokrasi rakyat di utara (Asia daratan bagian utara) dan demokrasi liberal dibagian selatan.
4). Ekonomi indonesia berada di antara sistem ekonomi sosialis si utara dan sistem ekonomi kapitalis di selatan.
5). Masyarakat indonesia berada di antara masyarakat sosialis di utara dan masyarakat individualis di selatan.
6). Kebudayaan indonesia berada di antara kebudayaan timur di utara dan kebudayaan barat di selatan.
7). Sistem pertahanan dan keamanan indonesia berada di antara sistem pertahanan continental di utara dan sistem pertahanan maritim di barat, selatan dan timur.

          Dengan demikian, maka posisii silang indonesia merupakan sebuah potensi sekaligus ancaman bagi integrasi nasional bangsa indonesia. Apa sebenarnya yang menjadi ancaman bagi integrasi nasional indonesia? 
Ancaman tersebut biasanya berupa ancaman militer dan non-militer. Mengapa ancaman perlu diketahui Nah, untuk menjawab rasa penasaran dan menambah pengetahuan kalian, berikut ini uraian secara singkat yang dihadapi Bangsa Indonesia baik yang berupa ancaman militer dan non-militer.

1).  Ancaman di Bidang Militer
        Perkembangan persenjataan militer di setiap negara terus ditingkatkan. Bahkan ada negara memiliki senjata pemusnah massal yang berbahan kimia dan nuklir. Aktivitas ini merupakan ancaman militer yang menggunakan kekuatan bersenjata yang terorganisir. Ancaman ini dinilai mempunyai kemampuan membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa. Kekuatan senjata ini dapat digunakan untuk melakukan agresi/invasi, pelanggarah wilayah, pemberontak bersenjata, sabotase, spionase, aksi teror bersenjata dan ancaman keamanan laut dan udara.
          Suatu negara yang melakukan agresi dikategorikan sebagai ancaman kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan suatu bangsa. Agresi ini mempunyai bentuk-bentuk mulai dari yang berskala paling besar dengan menggunakan kekuatan militer bersenjata yang dikerahkan untuk menyerang dan menduduki wilayah negara lain. Bangsa indonesia pernah merasakan pahitnya di invasi atau diserang oleh belanda yang ingin kembali menjajah indonesia sebanyak dua kali yaitu pada agresia militer I dari tanggal 21 Juli 1947 sampai 5 agustus 1947 dan agresi militer II tanggal 19 desember 1948.
          
2). Ancaman Non-Militer
            Ancaman non-militer pada hakikatnya ancaman yang menggunakan faktor-faktor non-militer di nilai mempunyai kemampuan yang membahayakan kedaulatan negara, kepribadian bangsa, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa. Ancaman ini salah satunya disebabkan oleh pengaruh negatif dari globalisasi. Globalisasi yang menghilangkan sekat atau batas pergaulan antar bangsa secara disadari ataupun tidak telah memberikan dampak negatif yang kemudian menjadi ancaman bagi keutuhan sebuah negara, termasuk indonesia. Ancaman non-militer diantaranya dapat berdimensi ideologi, politik, ekonomi dan sosial budaya. Contohnya ancaman non-militer seperti pengaruh gaya hidup (Lifestyle) kebarat-baratan, sudah tidak mencintai budaya sendiri, tidak menggunakan produk dalam negeri dan sebagainya.

 
 
Pertemuan Ke-Dua 
 
B. Ancaman di Bidang IPOLEKSOSBUDHAMKAM 
          Ancaman adalah setiap usaha dan kegiatan baik dari dalam negeri maupun di luar negara, yang dinilai membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara dan keselamatan segenap bangsa. Ancaman no-militer atau nirmaliter memiliki karakteristik yang berbeda dengan ancaman militer, yaitu tidak bersifat fisik serta bentuknya tidak terlihat seperti ancaman militer, karena ancaman ini berdimensi idiologi, politik, ekonomi, sosial budaya, teknologi informasi serta keselamatan umum. Berikut ini berbagai ancaman bagi bangsa indonesia dilihat dari berbagai bidang kehidupan.
1. Ancaman di Bidang ideologi
          Secara umum indonesia menolak dengan tegas paham komunis dan zionis. Akibat dari penolakan tersebut tentu saja terpengaruh dari negara-negara komunis dapat dikatakan tidak dirasakan oleh bangsa indonesia, kalaupun ada pengaruh tersebut sangat kecil ukurannya. Akan tetapi meskipun demikian bukan berarti bansa indonesia terbebas dari pengaruh paham lainnya, misalnya pengaruh liberalisme (bebas). Saat ini kehidupan masyarakat indonesia cenderung mengarah pada kehidupan liberal yang menekankan pada aspek kebebasan individual.
Ancaman di bidang idiologi adanya paham komunis, paham liberalis dan paham zionis.

2. Ancaman di Bidang Politik
           Ancaman di bidang politik dapat bersumber dari dalam negeri maupun luar negeri. Dari luar negeri, ancaman di bidang politik dilakukan oleh suatu negara dengan melakukan tekanan politik terhadap indonesia. Intimidasi, provokasi atau blokade politik merupakan bentuk ancaman non-militer berdimensi politik yang seringkali digunakan oleh pihak-pihak lain untuk menekan negara lain. Kedepan bentuk ancaman yang berasal dari luar negeri diperkirakan masih berpotensi terhdapa indonesia, yang memerlukan peran dan fungsi pertahanan non-militer untuk menghadapinya. 
           Ancaman yang berdimensi politik yang bersumber dari dalam negeri dapat berupa penggunaan kekuatan berupa pengerahan massa untuk menumbangkan suatu pemerintahan yang berkuasa, atau menggalang kekuatan politik untuk melemahkan kekuasaan peerintah. Selain itu ancaman separatisme merupakan bentuk lain dari ancaman politik yang timbul di dalam negeri. Sebagai bentuk ancaman politik, separatisme dapat menempuh pola perjuangan politik tanpa senjata dan perjuangan bersenjata. Pola perjuangan tidak bersenjata sering ditempuh untuk menarik simpati masyarakat internasional. 

3. Ancaman di Bidang Ekonomi
       Pengaruh negatif globalisasi ekonomi yang dapat menjadi ancaman kedaulatan indonesia khususnya dalam bidang ekonomi diantaranya adalah sebagai berikut:

1). Indonesia akan dibanjiri oleh barang-barang dari luar seiring dengan adanya perdagangan bebas yang tidak mengenal adanya batas-batas negara. Hal ini mengakibatkan semakin terdesaknya barang-barang lokal terutama yang tradisional, karena kalah bersaing dari barang-barang luar negeri.
2). Cepat atau lambat perekonomian negara kita akan dikuasai oleh pihak asing, seiring dengan semakin mudahnya orang asing menananmkan modalnya di indonesia, yang pada akhirnya mereka dapat mendikte atau menekan pemerintah atau bangsa kita. Dengan demikian, bangsa kita akan dijajah secara ekonomi oleh negara investor.
3). Timbulnya kesenjangan sosial yang tajam sebagai akibat dari adanya persaingan bebas. Persaingan bebas tersebut akan menimbulkan adanya pelaku ekonomi yang kalah dan yang menang. Pihak yang menang akan dengan leluasa memonopoli pasar, sedangkan yang kalah akan menjadi penonton yang senantiasa tertindas.
4). Sektor-sektor ekonomi rakyat yang diberikan subsidi semakin berkurang, koperasi semakin sulit berkembang, dan penyerapan tenaga kerja dengan pola padat karya semakin ditinggalkan, sehingga angka pengangguran dan kemiskinan susah dikendalikan. 
5). Memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Apabila hal-hal yang dinyatakan di atas berlaku dalam suatu negara, maka dalam jangka pendek pertumbuhan ekonominya menjadi tidak stabil. Dalam jangka panjang pertumbuhan yang seperti ini akan mengurangi lajunya pertumbuhan ekonomi. Pendapatan nasional dan kesempatan kerja akan semakin lambat pertumbuhannya dan masalah pengangguran tidak dapat diatasi atau malah semakin memburuk. Pada akhirnya, apabila globalisasi menimbulkan efek buruk kepada prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang suatu negara, distribusi pendapatan menjadi semakin tidak adil dan masalah sosial ekonomi masyarakat semakin bertambah buruk.

4. Ancaman di Bidang Sosial Budaya
          Ancaman dari dalam didorong oleh isu-isu kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, dan ketidakadilan. Isu tersebut menjadi titik pangkal timbulnya permasalahan seperti separatisme, terorisme, kekerasan, dan bencana akibat perbuatan manusia. Isu tersebut akan mengancam persatuan dan kesatuan bangsa, nasionalisme, dan patriotisme.
Ancaman dari luar timbul sebagai akibat dari pengaruh negatif globalisasi, di antaranya adalah sebagai berikut.
1). Munculnya gaya hidup konsumtif dan selalu mengonsumsi barang-barang dari luar negeri.
2). Munculnya sifat hedonisme, yaitu kenikmatan pribadi dianggap sebagai suatu nilai hidup tertinggi. Hal ini membuat manusia suka memaksakan diri untuk mencapai kepuasan dan kenikmatan pribadinya tersebut, meskipun harus melanggar norma-norma yang berlaku di masyarakat seperti mabuk-mabukan, pergaulan bebas, foya-foya dan sebagainya.
3). Adanya sikap individualisme, yaitu sikap selalu mementingkan diri sendiri serta memandang orang lain itu tidak ada dan tidak bermakna. Sikap seperti ini dapat menimbulkan ketdidakpedulian terhadap orang lain, misalnya sikap selalu menghardik pengemis, pengamen dan sebagainya.
4). Munculnya gejala westernisasi, yaitu gaya hidup yang selalu berorientasi kepada budaya barat tanpa diseleksi terlebih dahulu, seperti meniru model pakaian yang biasa dipakai orang-orang barat yang sebenarnya bertentangan dengan nilai dan norma-norma yang berlaku, misalnya memakai rok mini, lelaki memakai anting-anting dan sebagainya.
5). Semakin memudarnya semangat gotong royong, solidaritas, kepedulian, kesetiakawanan sosial.
6). Semakin lunturnya nilai-nilai keagamaan.

5. Ancaman di Bidang Pertahanan dan Keamanan
         Seiring dengan berjalannya waktu, proses penegakan pertahanan dan keamanan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak semudah yang dibayangkan atau semudah dalam pembicaraan yang bersifat teoritis semata. Masih adanya masalah teror dan konflik SARA yang terjadi pada suatu wilayah memiliki tujuan yang sama yaitu tidak ingin bangsa indonesia hidup damai dan tentram. Oleh karena itu, lemahnya penerapan dan penegak hukum dan keadilan harus terus ditingkatkan. Semakin bermunculan masalah di suatu wilayah mengakibatkan hilangnya tingkat kewibawaan hukum dan kemorosotan wibawa para penegaknya. Dengan demikian, kita harus mengantisipasi ancaman sedini mungkin di bidang pertahanan dan keamanan, baik secara militer maupun non-militer.



Pertemuan Ke-Tiga
 
C. Peran serta Masyarakat untuk Mengatasi Berbagai Ancaman dalam Membangun Integrasi Nasional
           Peran serta dan kesadaran masyarakat mempunyai makna bahwa individu harus mempunyai sikap dan perilaku diri yang tumbuh dari kemauan diri yang dilandasasi keikhlasan/kerelaan bertindak demi kebaikan bangsa dan Negara Indonesia untuk mengatasi ancaman dalam membangun integrasi nasional. Peran serta masyarakat untuk mengatasi berbagai ancaman dalam membangun integrasi nasional di antaranya adalah sebagai berikut.
a). Tidak membeda-bedakan keberagaman misalnya pada suku, budaya, daerah dan sebagainya. 
b). Menjalankan ibadah sesuai dengan kenyakinan dan agama yang dianutnya.
c). Membangun kesadaran akan pentingnya integrasi nasional. 
d). Melakukan gotong royong dalam rangka peningkatan kesadaran bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
e). Menggunakan segala fasilitas umum dengan baik.
f). Mau dan bersedia untuk bekerja sama dengan segenap lapisan atau golongan masyarakat.
g). Merawat dan memelihara lingkungan bersama-sama dengan baik.
h). Bersedia memperoleh berbagai macam pelayanan umum secara tertib.
i). Menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah terjadinya pencemaran lingkungan.
j). Mengolah dan memanfaatkan kekayaan alam guna meningkatkan kesejahteraan rakyat.
k). Menjaga keamanan wilayah negara dan ancaman yang datang dari luar maupun dari dalam negeri.
l). Memberi kesempatan yang sama untuk merayakan hari besar keagamaan dengan aman dan nyaman.
m). Berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang dilakukan dalam masyarakat dan pemerintah.
n). Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
o). Bersedia untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


0 Response to "Materi PPKn SMA Kelas X Semester 2 (BAB 6) Ancaman Terhadap Negara dalam Bhineka Tunggal Ika"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel